Sudah kurang lebih satu bulan saia tidak bermesraan dengan blog saia tercinta. Bukan karena sedang marahan, tapi saia sungguh sungguh sangat sibuk. Sebenarnya juga banyak sekali yang ingin saia bagi dengan pembaca sekalian (sok ngartis
), namun keterbatasan saia jualah membuat saia harus rela meninggalkan sejenak coret coretan saia. . Sebagai salam pembukaan, saia mau mau cerita soal liburan yang tak disengaja.
Tanggal 7-12 adik saia tercinta : Andi pranata, berkesempatan liburan ke jakarta (naik kelas tiga sma). Saia sebenarnya tidak menyangka karena pemberitahuannya sehari seblum dia berangkat. Tapi sebagai kakak yang baek, walau saat itu saia juga sedang sibuk sibuknya, saia harus berupaya memuaskan dia. Sebenarnya saia tidak terlalu mengerti jakarta, saia malah lebih tau daerah puncak, karena organisasi di UI klo ada acara selalu ke puncak.
Kedatangan dia kesini saya arahkan supaya tidak hanya hiburan, saya mamfaatkan agar dia menggali informasi perkuliahan, makanya saia ajak dia berkeliling UI dan mengunjungi fakultas dan bertanya-tanya tentang apa yang dia ingin tahu. Tanggal 9 dia saia ajak ke monas (sebagai simbol jakarta). Saia sendiri sudah sering ke monas namun belum pernah naik ke atas monas. Oleh karena itu, saia ajak dia naek ke atas monas. Harga tiket untuk siswa/mahasiswa Rp 3500, sedang untuk umum 8000. Duh, tak disangka antraiannya panjang buangettt…terhitung 2,5 jam kita baru bisa naek lift. Diatas ternyata cuma ada teropong dan ruangan kecil, kecewa saia…heheh.

antrian monas

Adik saia bergaya di monas

Adik saia menyender di monas

monas dari atas
Nah, pada tanggal 12, saia ajak dia ke ancol (saia terakhir kali ke ancol-seaworld-, klas dua sma, waktu jadi finalis karya tulis tingkat nasional, 2002), sejak disini-depok, saia tidak pernah kesampaian untuk pergi kesana. Di ancol kita ke seaword dan ke dufan. Harga seaword Rp. 50.000, sedangkan Dufan Rp. 100.000. Di seaword kita cuma ampe zhuhur. Setelah itu kita langsung ke dufan. Hmmm..ini pengalaman pertama saia
.

pemberian makan ikan diseaword

trowongan seaworld
Kebetulan adik saia borong buku di gramedia depok, jadi kami dapet diskon 20% masuk Dufan. Ketika masuk didufan saia bingung naek apa ya, mana semua ngantri pula, rame banget pula, dan tidak ada peta pula. Ya sudah, kita jalan aja alias keluyuran tidak jelas. Nah tibalah kami ke halilintar-rollercoster. Setelah antri setengah jam (kami berdua sangat menikmati antrian, mungkin sudah terlatih pas antri dimonas sebelumnya
) akhirnya tibalah giliran kami. Ampyuun dah, saia sampe istighfar berkali kali, kaki saia masih bergetar ketika turun, bahkan ada perempuan dibelakang saia ampe nangis karena ketakutan (jangan jangan karna takut ngeliat gw ketakutan
). Saia benar benar khawatir kalau pengamannya lepas. Sebaliknya adik saia benar benar senang. Duh, jadi malu sendiri saia dengan adik saia….

halilintar
Setelah duduk terdiam 10 menit, kami berdua melanjutkan ke wahana lain, adik saia mengajak saia naik ontang anting, hmm…antrian cuma 5 menit, dan gak ngeri ngeri amat. Saia mulai bisa menikmati permainan2 di dufan heheheh. Setelah itu adik saia memaksa saia untuk naek tornado. Glek!, saia sempat menolak, tau sendirilah, saia masih syokk berat sama haliliatar (apalagi saia tau, tornado lebih extrem dari halilitar, diputer puter diudara….tidak berprikemanusiaan coocok untuk memaksa orang untuk buka mulut-rahasia-
), tapi karena kecintaan saia sama dia, saia temanin juga dia naek tornado. Duh pengorbanan yang benar2 memprihatinkan heheh

tornado....
gambar tornado lengkap dapet dilihat disini (http://wahyuriyadi.blogspot.com/2007/07/tornado-nya-dufan.html)
Waktu mengantri saia melihat ada handphone yang hancur karena tidak mengindahkan aturan untuk tidak membawa hp selama beraksi. Selain itu, ada ibu ibu yang matanya tertutup, wajah merah, dan mulutnya komat kamit..hehehe penonton pada ketawa semua. Dan Jrengg jreng…tibalah giliran saia, deg deg..degub jantung saia, ya sudalah what ever will be will be. Tapi setelah diikatkan pengaman, saia tiba tiba tenang sekali, dan…saia betul betul berteriak senang, menikmati sekali permainan ini. Tau tidaks, Justru sebaliknya, adik saia bilang sama saia bahwa dia ketakutan sekali dan tidak mau naek lagi ehheheh…1-1 (1 sama akhirnya ) selamatlah muka saia…..
Sebernarnya saia mau mencoba extreme log-wahaha terbaru di dufan, tapi antriannya gila gilaan, akhirnya saia mengajak adik saia ke arung jeram, maen becek becekan dikit heheh. Antriannya lumayan panjang 45 menitan, tp untungnya saia dapet kenalan pengunjung yang asyik diajak ngobrol jadi tidak terasa sudah sampe. Ya bener bener basah, sayang rutenya kurang panjang..coba langsung ke kali ciliwung heheh
Karena waktu sudah sore, saia dan adik saia harus menyudahi petualangan kami, walau kami masih berhasrat untuk mencoba wahana2 lainya (kora kora, kincir kincir, dll). Pulang dari ancol, saia langsung tepar dan nyenyak sekali tidur saia, saia berhasrat untuk ke dufan lagi jika ada kesempatan, kebetulan tiket diskon saia masih cukup banyak. Duh, saia seperti anak anak lagi..riang gembira…mudah mudahan saia bisa ke sana lagi bersama pendamping hidup ehheheh (loh kok ujung ujungnya kesini lagi..piye toh …cape deh)….
btw…mana foto saia yach heheh…
NB : thanks to hzln untuk cameranya, budi, rivki, linda atas petunjuk jalan ke monas
-Ke monas dari depok : naek kreta ekonomi turun di juanda, tinggal jalan, Klo naek express turun digambir, malah lebih deket.
-Dari depok ke dufan, klo hari libur/minggu, naek aja dari depok lama, ada kreta langsung ke depok, malah dijemput ketika balik harganya Rp 19500. Karena saia dan adik saia berangkat hari sabtu, saia naek kreta turun distasiun kota, lalu naek angkota 15 A
–jangan cuma baca, comment donk